From me to me :)📑


Hai, ini aku, kamu yang dulu. Ya kamu adalah aku. 

Lewat surat ini, semoga dapat mengingatkanmu selalu akan pentingnya bersyukur dan menerima diri  sendiri.

Mungkin kamu sering terjebak pada suatu masalah dan kondisi yang membawamu  jauh dari arah yang kau rencanakan. Kau dipaksa keluar dari zona nyaman dan mencari jati dirimu lewat mondok di pesantren ini hanya karena kau masih muda. Mungkin kamu akan mengalami hal-hal yang lebih berat lagi ke depannya. Tetapi jangan khawatir karena dirimu  bisa melewatinya. Dulu aku juga pernah mengalami hal-hal buruk tersebut, sampai pada suatu titik, aku merasa tak ada yang dapat aku syukuri lagi. Sadar bahwa  tidak semua orang bisa dipercaya, aku hanya berjuang sendiri dan terus mengasah kemampuan serta bermimpi meraih masa depan yang cerah dengan status santriku. Semua bisikan orang tak ku hiraukan, gagal itu biasa. Seringkali mereka menjadi motivasiku untuk kembali bangkit dan memulai sesuatu. 

Hingga akhirnya aku berdoa dan berusaha merefleksikan kembali hidup yang kadang belum tertata rapih. Sampai aku teringat bahwa ada satu hal tersisa yang dapat disyukuri, yaitu DIRI kita sendiri.

Kita sendiri saja sudah sebuah keajaiban untuk bisa hidup di dunia yang luas dan keras ini. Diri kita terbentuk dan diberikan berbagai macam halangan bukan untuk membebani, tetapi lebih ke membentuk diri kita dan ingat akan selalu ada cara untuk melewatinya.  Satu hal yang harus diingat adalah kita tak boleh putus asa dan harus terus berjuang.

Karena itu, diriku di masa depan, ini aku, diriku dimasa lalu yang membentuk kamu hingga menjadi sekarang. Terus berjuang menemukan jati diri kita. Dan jangan lupa syukuri apapun karena hidup kita adalah proses. Kebahagiaan adalah tanggung jawab diri sendiri. Sebelum mencintai orang lain, cintai dulu diri kita.

Dari aku untuk aku dan masa depan ku..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

La Tahzan Innallaha Ma'ana....🤗

LEMBAR KERJA SISWA KELAS IX.7