TERSEMBUNYI ❣️
Melewati hari dan tahun dalam putaran waktu,deruh angin malam menyapa dalam angan teringat pertemuan beberapa tahun yang lalu yang rasanya ingin kembali ke masa itu,tanpa ada sedikitpun yang terlupakan.pertemuanku dengan sosok yang kukagumi dan ku sayangi selama aku menapaki jejak hidup ini.
Sosok yang senantiasa menjadi penyemangatku,idolaku,dan motivatorku, yang tak pernah lelah selalu terus berjuang demi kebahagian anak-anaknya,tak peduli terik matahari membakar punggungnya,tak peduli di kala hujan deras datang menghampiri, itu semua tak memudarkan semangatnya untuk terus berkerja. dan ia adalah ayah dan ibuku yang nan jauh disana,yang tak terjangkau oleh jari jemari jauh dari pelupuk mata, tepatnya di negeri jiran (Malaysia) disanalah mereka mengais rezeki bertahun-tahun lamanya.
Hari demi hari ku lewati tanpa kehadiran orang tua di sisiku, layaknya anak-anak pada umumnya beberapa tahun yang lalu hingga kini, kadang ada rasa iri dalam hati melihat mereka bisa berkumpul dengan orang tuanya dengan lengkap bercanda riah berbagi cerita hingga menghabiskan waktu bersama-sama. Namun perlahan ku yakinkan diriku untuk tak merasa cemas dan khawatir bahkan iri terhadap mereka,sebab alasan pasti bahwa ibu dan ayah ku merantau karena ingin melihat anaknya bahagia tentunya dengan pendidikan yang layak. Dan iyah orang tuaku bekerja di negera orang demi kebutuhan ekonomi keluarga.
Sampai saat ini usiaku yang meginjak 21 tahun, ayah dan ibuku hanya beberapa kali pulang kampung dan terakhir pertemuan kami pada tahun 2018 silam.hampir 3 tahun,sudah cukup lama bukan. Bahkan rindu pun tak terhitung lagi bagai derasnya air hujan di kala malam,yang mana mengundang rintikan air mata membasahi pipi, walau begitu sebisa mungkin ku tegar agar orang tuaku tak mencemaskanku.
Mencoba menepis rasa rindu yang menggebu ingin rasanya cepat bertemu dengan mereka, ingin rasanya meluapkan rindu ini kepada mereka yang telah lama tersembunyi, aku yang hidup di rantau demi menempuh pendidikan yang harinya terselimuti oleh kerinduan akan orang tuaku. Ku tanamkan dalam diri tetap semangat dan optimis mejalani roda kehidupan ini dengan kerinduan yang tak berujung.
Aku terus belajar memaknai hidup ini tentang bagaimana semestinya untuk bersikap adil terhadap diri dan orang tua, memaknai kerinduan ini bahwa bukan hanya seorang anak yang merindukan orang tuanya namun kadang kala kita lupa bahwa orang tua juga di rundung kerinduan yang tak terbendung walau begitu sebisa mungkin mereka tetap tegar di mata anak-anaknya menjadi terdepan, menjadi penyemangat untuk buah hatinya. Ibu ku selalu berkata “nak kamu disana baik-baik yah,jaga shalat, doa ibu selalu ada untukmu jadilah orang bernilai”.
Komentar
Posting Komentar